Artikel

Jangan Paksa Anak Makan Sayur
Jangan Paksa Anak Makan Sayur

Sayuran adalah hal yang penting bagi pertumbuhan anak, tetapi menyuruh anak memakan sayuran terkadang, atau bahkan sering kali, tidak mudah. Berbagai cara sudah dicoba agar anak mau makan sayuran, mulai cara halus dengan membujuk hingga ketika kesabaran mulai hilang sehingga mulai muncul paksaan. Namun, mereka tetap menutup mulut danmenolak untuk makan makanan yang bagus untuk pertumbuhan mereka itu.

Jika anak Anda sulit atau bahkan tidak suka makan sayuran, jangan pernah memaksa mereka untuk melakukannya. Jangan juga menipu mereka, agar mau makan sayuran. Lalu, bagaimana caranya agar anak Anda tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mereka dari sayur-sayuran?

Menurut penelitian baru-baru ini, caranya adalah dengan memberikan penjelasan mengenai manfaat sayuran kepada mereka. Penelitian yang dipublikasikan dalam Psychological Science ini menjelaskan bahwa kunci agar anak-anak mau memakan sayuran adalah dengan meningkatkan ketertarikan mereka kepada sayur-sayuran. Untuk meningkatkan ketertarikan mereka, maka Anda perlu menjelaskan secara menyeluruh kepada mereka apa manfaat wortel, bayam, brokoli, ataupun tomat kepada buah hati Anda.

“Anak-anak memiliki rasa ingin tahu alamiah dan mereka ingin memahami bagaimana dan kenapa sesuatu hal bisa berjalan,” jelas peneliti. Tentu saja Anda tidak perlu menjelaskannya dengan bahasa yang sulit dan menggunakan berbagai istilah yang tidak mereka pahami. Sederhanakanlah bahasa Anda dan bicaralah dengan menggunakan bahasa mereka tentang bagaimana sayur-sayuran tersebut berperan penting dalam pertumbuhan mereka.

Meskipun penting menggunakan bahasa yang sederhana, tetapi Anda juga jangan sampai terlalu menyederhanakan penjelasan. Tidak cukup jika Anda hanya mengatakan bahwa sayuran itu “baik” untuk mereka, karena penjelasan semacam itu tidak akan memuaskan rasa ingin tahu mereka, dan justru akan membuat mereka enggan untuk mengonsumsinya. Sarah Gripshover dan Ellen Markman, dua peneliti yang melakukan penelitian ini menyarankan orang tua untuk menjelaskan dengan metode analitik dan secara sederhana mengenai metabolisme, pola makan, dan nutrisi kepada anak-anak mereka.

Dalam studi ini, Gripshover dan Markman menggunakan lima jenis buku cerita yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan mengenai nutrisi dan pola makan, yang sebelumnya telah diketahui oleh anak usia taman kanak-kanak. Buku-buku ini kemudian disebar di beberapa ruang kelas, untuk dibaca di waktu mereka makan.

Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan buku, anak-anak yang membaca buku memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai proses pencernaan, dan dapat memahami mengapa sayuran memiliki nutrisi dan gizi yang baik untuk mereka. Hebatnya, setelah tiga bulan, lebih dari separuh anak-anak yang membaca buku cerita khusus ini secara suka rela mau memakan sayur-sayuran ketika waktu makan.

Tentu saja masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efektivitas dari strategi ini. Misalnya, apakah strategi ini juga berhasil diterapkan di luar waktu makan di kelas, dan apakah kebiasaan ini akan terus menempel pada anak-anak di masa yang akan datang. Namun, Gripshover dan Markman percaya cara baru ini cukup menjanjikan untuk dicoba di masa yang akan datang, sehingga cara ini dapat dipadukan antara materi mengenai makanan sehat beserta praktik langsungnya kepada anak-anak, dengan harapan mereka akan lebih memilih makanan sehat di kemudian hari. [Medical Daily]


Comments on - Jangan Paksa Anak Makan Sayur
-->